Senin, 22 September 2014

Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati 03



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati
Bagian 3

Artikel ini ditulis oleh : Xi Lian-jie
  

Upasika Lin dalam melatih dirinya sendiri sambil memberi manfaat bagi orang lain, menulis buku berjudul “Kisah Mukjizat Melafal Amituofo”, berkat dukungan Guru Li, pada tahun 1969 bulan 8 pertama kali dipublikasikan sebanyak 5100 jilid, disebarkan secara meluas. Dari buku ini ada yang dimasukkan ke dalam buku “Kisah para praktisi yang terlahir ke Alam Sukhavati”, bahkan ada yang dijadikan rekaman kaset dan siaran televisi kemudian disebarluaskan, jalinan jodoh ini sungguh luas.

Para pembaca ada juga yang berasal dari luar negeri, juga karena membaca buku ini, sengaja datang berkunjung ke Taiwan demi berjumpa dengan penulis buku, dapat diketahui bahwa buku tersebut sangat menggugah pembacanya, dan masih ada hasil karya beliau lainnya, diantaranya adalah ceramah mengenai Amitabha Sutra, menasehati agar melatih pintu Dharma pelafalan Amituofo dan sebagainya.    

Upasika Lin melatih diri selama bertahun-tahun menyadari bahwa dapat mengenal metode melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati, merupakan akar kebajikan dan berkah terbesar dari kehidupan manusia, sering dikatakan : “Melatih diri tiada lain, hanya harus mengenal jalannya, jika sudah tahu jalannya, maka roda samsara dapat dihentikan”,  bahkan memuji : “Pintu Dharma pelafalan Amituofo merupakan mustika tertinggi tiada taranya”, Upasika Lin pada periode awal masih berceramah menuruti jodoh untuk menyelamatkan para makhluk, namun pada periode akhirnya giat memperkokoh ketrampilan melafal Amituofo, beliau berkata bahwa melatih diri haruslah dimulai sejak dini, bersyukur sejak dini dapat bertemu dengan Guru Li yang telah menanam dasar metode pelafalan Amituofo, jika tidak demikian, usia yang semakin menua dan kemampuan yang semakin menurun, meskipun maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Senantiasa menasehati terutama yang telah berusia lanjut agar lebih disiplin melafal Amituofo, bertekad lahir ke Alam Sukhavati, oleh karena sisa waktu juga tak banyak lagi, begitu ketidakkekalan datang, menunda urusan besar terlahir ke Alam Sukhavati, akibatnya tidak berani dipikirkan lagi.

Upasika Lin mendukung Asosiasi Lotus selama 40 tahun, di dalam mempelajari berkesinambungan Ajaran Buddha dan Ajaran Konfucius selama jangka panjang, beliau semakin memahami pentingnya teori yang harus disertai dengan pengamalan, hingga dua tahun sebelum wafat, setiap hari beliau melafal 60 ribu lafalan Amituofo, dengan tangan menggenggam tasbih dan melafal dengan gaya vajra (tidak bersuara, melafal di dalam hati), saat kebaktian umum barulah mengeluarkan suara melafal Amituofo, selain mengurangi waktu tidur dan makan, setiap hari berada dalam lafalan Amituofo, Upasika Lin mengamalkan sila “tidak membicarakan kesalahan empat jenis siswa Buddha”, “menempatkan keharmonisan sebagai yang paling berharga”,  ketika bertemu dengan situasi yang tidak menyenangkan, semua ini adalah munculnya rintangan karma, maka harus lebih giat melafal Amituofo, memohon pemberkatan dari Buddha.

Yang paling disukai adalah ceramah Master Yin Guang : “Seharusnya bertekad lahir ke Alam Sukhavati; alam saha ini hanyalah tempat penginapan di tengah perjalanan, janganlah mendambakannya, Alam Sukhavati barulah merupakan rumah kita yang sesungguhnya; oleh karena anda tidak membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati maka itu tidak memperolehnya; semua insan dapat terlahir ke Alam Sukhavati, karena itu panorama Alam Sukhavati, siapa yang ingin memperebutkannya”.

Beliau senantiasa mengingat kalimat ini, untuk menyadarkan diri sendiri bahwa di alam saha ini hanyalah sebagai tamu, Alam Sukhavati barulah kampung halaman. Bahkan di empat dinding ruang kamarnya tergantung poster tulisan kaligrafi Master Yin Guang “Menfokuskan pikiran melafal Amituofo” untuk memotivasi diri sendiri giat melafal Amituofo, bahkan semakin menyadari kalimat yang berulang kali disebutkan oleh Guru Li sebelum wafat yakni “Kurangi satu perkataan, perbanyak satu lafalan Amituofo, matikan niat pikiranmu, hidupkan Dharmakaya mu”, sungguh merupakan pelita bagi lingkungan pelatihan diri pada jaman berakhirnya Dharma ini yang penuh dengan kejahatan.

Sejak usia 60 tahun Upasika Lin telah mempersiapkan diri menghadapi ketidakkekalan, dua tahun sebelum wafat berpesan akan hal-hal yang harus diperhatikan saat menjelang ajal, seminggu sebelum meninggal dunia beliau berkata pada para sahabat Dharma : “Saya akan berpulang ke Rumah”, dan terus memuji : “Alam Sukhavati sungguh nyata adanya”, dua hari sebelum wafat, tubuhnya mulai terasa lemah, anak cucunya membawanya pulang ke rumah, para sahabat Dharma dan sanak keluarga mendampinginya melafal Amituofo, sehari sebelum terlahir ke Alam Sukhavati, sore hari beliau berkata pada sahabat Dharma : “Telah bertemu Buddha Amitabha, pasti memperoleh penjemputan terlahir ke Alam Sukhavati”, keesokan paginya pukul 7 lewat 20 menit, dibawah iringan suara lafalan Amituofo para sahabat Dharma dan sanak keluarga, di rumahnya sendiri dalam kondisi pikiran benar dan kesadaran yang jernih, Upasika Lin Kan-zhi terlahir ke Alam Sukhavati, kemudian dilanjutkan dengan melafal Amituofo hingga 24 jam kemudian barulah dibasuh dan digantikan pakaian, wajahnya dipenuhi senyuman, serupa wajah maitri nya semasa hidup, hadirin yang menyaksikannya tiada yang tidak melontarkan pujian, mendoakan diri sendiri juga dapat terlahir ke Alam Sukhavati.  

Pada tahun 1992 bulan 4 hari ke-26, diadakan upacara perpisahan untuk Upasika Lin, sahabat Dharma berbondong-bondong datang melafal Amituofo, sehingga ruangan jadi penuh, dapat dilihat bahwa pelatihan dirinya dalam keseharian, usahanya tidak sia-sia, mengharukan setiap insan. Setelah diperabukan, diperoleh sarira lebih dari seratus butir, memperlihatkan ketrampilan melafal Amituofo yang mendalam.

Dari kisah Upasika Lin terlahir ke Alam Sukhavati, kami membangkitkan keyakinan yang mendalam. Semoga semua yang melihat dan mendengarnya, melafal Amituofo dengan setulusnya, bersama-sama terlahir ke Alam Sukhavati, mencapai KeBuddhaan. 


 (Petikan dari Majalah Bulanan Ming Lun Edisi 225 )

  
念佛感應見聞記
  
本書作者念佛生西

林看治老居士往生記
()

後學  西蓮竭誠敬記


林老居士於自行化他之餘,尚孜孜不倦著有念佛感應見聞記,叨蒙雪公恩師題字及賜序,自民國五十八年八月初版伍仟壹佰冊,迄往生前共出書五十六版,冊數達十餘萬冊,其他各處印行結緣及流通者,亦不計其數,其內容並有數則被收入淨土聖賢錄,並有依其內容製作錄音帶及電台廣播而流傳者,可謂廣結西方數萬緣矣。閱該書而發心念佛者,時有所聞,甚至遠在國外,亦有因閱讀該書而特地來臺求見者,該書感人之深,由此可見一斑,遺著另有佛說阿彌陀經淺講、勸修念佛法門淺講等數冊。

林老居士多年修行體驗,認為能知念佛求生西方,乃人生最大之善根福報,常謂:「修行無別修,只要識路頭,路頭若識得,生死一齊休」,並盛贊:「念佛法門乃無上至寶」,老居士早年隨緣說法度眾,晚年加強念佛功夫,自言修行宜趁早,自覺早年幸蒙恩師指導,奠定念佛基礎,否則午歲日長,體力漸衰,每有力不從心之感。復勸老年人更宜加緊念佛,求生西方,否則來日無多,若無常一至,耽誤往生大事,後果不堪設想。

林老居士於蓮社常住護持四十年,在長期儒佛說法經筵之薰習下,更體會行解相應之重要,至往生前二年,已日課六萬聲之佛號,自修時雙眼垂簾,手持念珠,作金剛念,共修時則隨眾出聲念佛,幾乎除睡眠、飲食之外,終日沐浴佛號之中,林老居士受持「不說四眾過失」之戒,謂「和為貴」,遭遇拂逆,皆是業障現前,更應加強念佛,求佛加被。最喜印光祖師所云:「應當發願願往生,客路溪山任彼戀,自是不歸歸便得,故鄉風月有誰爭」,特將此偈置之案頭,提醒自己,娑婆是作客,極樂是故鄉。而且寮房,四壁蕭條,唯置印光祖師所書「一心念佛」墨寶以策勵自身精進念佛,並深覺雪公恩師往生前所一再囑咐之「少說一句話,多念一句佛,打得念頭死,許汝法身活」,實為當今末法惡劣環境修行之一盞明燈矣。

林老居士於六十歲即備妥身後事宜,往生前二年復交代臨終注意事項,往生前一週即向蓮友云:「吾將回家矣」,且連續贊言:「真實有極樂世界」,往生前二日自覺身體較為虛弱,由兒孫請回自宅,蓮友及眷屬陪之念佛,於往生前一日午后,向蓮友云:「已見阿彌陀佛,定蒙接引往生」,終於次日晨七時二十分,在蓮友及眷屬之助念「阿彌陀佛」聖號中,於自宅正念分明,頃刻之間,安詳西歸,至不斷佛號二十四小時之後更衣時,欣見其笑容滿面,猶如生前之慈容,見聞者咸贊歎不已,祝其已如願往生極樂矣。林老居士於民國八十一年四月二十六日舉行告別式及荼毘典禮,蓮友相約前來念佛,途為之塞,足見其平日修持,功不唐捐,感人至深。火化後,復得舍利子數百餘顆,亦顯其念佛功深,因果不爽矣。

善導大師云:「若論學解,一切法門,皆應當學,若論修持,須擇契理契機者,方有實益」。念佛一法,因賅果海,果澈因源,最為契理契機,實乃世尊出世度生,令皆能今生即了生死之本懷。吾人由林老居士之誠敬念佛,終得往生極樂之事蹟驗之,信而有徵。普願見聞,老實念佛,同生極樂,共成正覺,則何幸如哉。而林老居士,以一白衣女流,竟得自行化他數十載,末後安詳生蓮邦,其如雪廬老人之「始信西方諸上善,真能乘願化身來」歟。

(明倫月刊二二五期特載)





Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati 02




Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 2)

Artikel ini ditulis oleh : Xi Lian-jie
  

Upasika Lin karena telah memiliki dasar Ajaran Buddha dan Ajaran Konfucius, maka itu harapan Guru Li besar padanya, berharap agar dia dapat menyebarluaskan pintu Dharma Tanah Suci. Guru Li mengajari bahwa : “Jika satu sutra sudah berhasil dikuasai, maka sutra lainnya juga bisa dipahami dengan sendirinya”, saat baru belajar berceramah, terlebih dulu harus mengadakan persiapan yang matang, menulis sendiri naskahnya, apa yang diutarakan harus ada dasarnya, harus berceramah menurut penjelasan yang telah dibuat oleh para guru sesepuh, tidak boleh menuruti pengertian sendiri, harus mematuhi peraturan berceramah yang telah ditetapkan, berhati-hati dan mawas diri, bertanggungjawab, barulah tidak menanggung beban Karma.    

Upasika Lin belajar menceramahkan Amitabha Sutra, Guru Li mengungkapkan bahwa sutra ini sangat mendalam dan yang paling sulit diceramahkan, Amitabha Sutra juga dijuluki “Avatamsaka Sutra buku kecil“.

Pernah suatu kali ketika Upasika Lin baru belajar berceramah dan melakukan kesalahan, Guru Li langsung memarahinya, melayangkan kipas yang ada ditangannya mengetuk kepala Upasika Lin, hingga Upasika Lin menjadi malu sekali dan mengalirkan airmata, karena itu dia lebih tekun belajar, hari demi hari berlalu, sampai akhirnya dapat memahami kalimat sutra yang sebelumnya asing baginya, para sahabat Dharma menertawakannya : “Guru Li membantumu mengeliminasi rintangan karma, membuka kebijaksanaan bukan?” Upasika Lin semakin merasakan betapa pentingnya peranan seorang guru dalam mempelajari Ajaran Buddha dan Ajaran Konfucius.

Upasika Lin yang dididik secara disiplin oleh Guru Li, mengembangkan maitri karuna hatinya secara menyeluruh, membangun kepribadian yang kokoh, suara yang nyaring, bakat berceramah yang tanpa halangan, maka itu pada tahun 1951 membentuk organisasi upasaka dan upasika penceramah, beliau merupakan seorang upasika penceramah terkemuka. Pada saat berceramah, beliau selalu memegang prinsip menjunjung tinggi Hukum Karma, dan prinsip besar dari manfaat melafal Amituofo, yakni tidak membicarakan kemampuan gaib, mengandalkan kejujuran dan ketulusan serta pengamalan yang nyata.   

Meskipun akar kebijaksanaan masing-masing makhluk itu berbeda, maka itu menceramahkan beragam sutra, selanjutnya seperti ajaran Guru Li, semuanya dituntun ke dalam Ajaran Sukhavati, menceramahkan keunggulan dari pintu Dharma pelafalan Amituofo.

Pendengar ceramah terdiri dari beragam jenis orang, kadang kala dalam berceramah juga bertemu dengan orang yang berniat mempersulit penceramah, misalnya waktu berceramah di Yuli, ada seorang pendengar yang tidak percaya pada Ajaran Sukhavati, lalu mengeluarkan kritikan : “Anda berkata bahwa praktisi pelafal Amituofo saat menjelang ajal, alayavijnana nya terlahir ke Alam Sukhavati, bagaimana bentuk alaya-vijnana, coba perlihatkan padaku!”

Upasika Lin menjawabnya : “Perkataan yang anda ucapkan sekarang ini, bagaimana bentuknya, coba perlihatkan padaku!” Tukang kritik itu akhirnya tidak bisa berkata apapun, lalu Upasika Lin melanjutkan lagi : “Lebih jelasnya adalah saat malam hari anda bermimpi, itulah alayavijnana”.

Upasika Lin selalu menggalakkan membentuk “Keluarga Buddhis”, agar setiap umat dapat mempengaruhi seluruh anggota keluarganya ikut belajar Ajaran Buddha, untuk mengurangi rintangan belajar Ajaran Buddha dan usaha terlahir ke Alam Sukhavati, terutama beliau sangat bersukacita bila para sahabat Dharma dapat menasehati ayahbunda melafal Amituofo, membantu agar ayahbunda berhasil terlahir ke Alam Sukhavati, beliau memuji bahwa sebagai anak menunaikan bakti besar adalah terletak di sini.

Upasika Lin suka mengucapkan kata-kata yang baik, senantiasa dalam menghadiri upacara pernikahan Buddhis dengan memberi ucapan selamat sebagai : “Keluarga Buddhis dan sumber daya masyarakat sejahtera”. Upasika Lin juga mencurahkan perhatian pada keluarga para sahabat Dharma, bagaimana pelatihan diri mereka, sehingga pada musim semi tahun 1955  menggalakkan agar setiap rumah memiliki tempat ceramah, sehingga setiap insan dapat belajar Ajaran Buddha dan melafal Amituofo, selama lebih dari 30 tahun beliau berceramah tanpa henti, para sahabat Dharma, tetangga, anak cucu, kerabat, semuanya memperoleh manfaat.

Sejak tahun 1936 Upasika Lin menikah dengan suaminya, memiliki tiga putra putri, cucu dan cicit ada 30 lebih, merupakan Keluarga Buddhis yang harmonis, ini juga tak terpisahkan dari hasil jerih payah Upasika Lin dalam memberikan didikan baik melalui ucapan maupun tindakan.

Tahun 1991 bulan 2, suaminya yang berusia 95 tahun meninggal dengan damai, seluruh anggota keluarganya mengikuti pesan Upasika Lin untuk menuruti tata cara dalam Ajaran Buddha, melakukan Zhu Nian dan mengurus upacara duka secara sederhana, para tetangga dan sahabat Dharma juga merasa salut.


 (Petikan dari Majalah Bulanan Ming Lun Edisi 225 )


念佛感應見聞記
  
本書作者念佛生西

林看治老居士往生記
()

後學  西蓮竭誠敬記
  
林老居士,因已具儒佛基礎,故雪公寄望深遠,盼能攜手共弘淨土殊勝之法門,因而教之彌勤,責之極切。雪公教以:「一經通則經經通」,學講前須有充份準備,自寫講稿,所言必有根據,應本祖註,不可妄發己意,應按學講規矩,謹慎、負責,方不背因果。林老居士即發心學講佛說阿彌陀經,雪公提及此經乃最深奧、最難講者,有「小本華嚴經」之美稱。曾經林老居士於學講時有所偏誤,雪公恩師,當時一聲喝斥,順手將手中摺扇一棒打在頂上,斯時林老居士羞愧得熱淚直流,故而更加用功學習,經數日後,終將不甚熟悉之經文,忽爾竟能明瞭,蓮友笑云:「恩師助您消業障、開智慧耶?」林老居士則更覺學儒學佛必有師承之重要矣。

林老居士,因受恩師嚴格調教,加以本身慈悲心切,體型魁梧,音聲宏亮,辯才無礙,故自蓮社於民國四十年成立男女二眾弘法團時,即是一位善能說法度眾之弘法女健將。其說法之時,把握注重因果及念佛利益二大原則,不談玄、不說妙,重視腳踏實地,真實行持。雖因眾生根器不一,故而廣說諸經諸法,然必秉承師訓,處處導歸淨土,以顯念佛法門之殊勝。然眾生種類萬有不齊,說法途中亦遇有專門前來責難者,如某次在玉里說法時,有不信淨土者前來責曰:「汝言念佛人命終後,神識往生西方,神識是何形狀,拿來吾看!」答:「汝現所言之語,是何形狀,拿來吾看!」彼啞口無言,再答:「言明白些,汝夜間作夢者,即神識矣。」彼因而轉為發心領人前來聞法,似此度人學佛之事,時有所聞。

林老居士常提倡建立「佛化家庭」,謂在家居士,既有家眷,理當感化全家學佛,以減少學佛及往生之障礙,尤其最喜蓮友勸親念佛,成就雙親往生西方,贊為人子所盡大孝即在於此。林老居士善說好話,常於蓮友佛化婚禮上祝賀「佛化家庭乃社會安定之原動力」。林老居士於弘法之際,亦特別關心蓮友及家眷之道業,自民國四十四年春,即提供自宅設立弘法場所,並蒙恩師取名崙字佈教所,乃蓮社首創之佈教所,林老居士自任主講,領眾念佛研法,迄往生前,三十餘年說法不斷,蓮友、鄰里、兒孫眷屬受益匪淺。林老居士自民國二十五年與李居老居士結褵,夫婦相敬如賓,凡五十五載,育有子女三人,後輩孫、曾孫共三十餘員,一門俊彥,蘭桂芬芳,閤家安樂,堪稱典型佛化家庭,林老居士之言教、身教功不可沒。民國八十年二月其夫婿以九十五高齡於自宅安詳壽終,全體兒孫悉能遵照林老居士之慈命,依佛制如法助念及節約處理善後,鄰里、蓮友均敬佩不已。
  
(明倫月刊二二五期特載)





Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati 01



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Kisah Upasika Lin Kan Zhi terlahir ke Alam Sukhavati
(Bagian 1)

Artikel ini ditulis oleh : Xi Lian-jie
  

Di atas kolam bertabur pasir emas, bunga lotus bermekaran,
bersukacita dapat membimbing murid seperti Lin Kan-zhi
meyakini Alam Sukhavati sebagai tempat berkumpulnya calon Buddha,
semoga bertekad kembali menyelamatkan semua makhluk.

~Syair dari Upasaka Li Bing-nan kepada muridnya Lin Kan-zhi~



Master Ou Yi berkata : “Para Buddha mengasihi para makhluk yang tersesat, membabarkan ajaran menurut kemampuan pencerapan masing-masing, meskipun akhirnya bermuara pada satu dan tiada duanya, namun demi keleluasaan sehingga terdapat banyak pintu Dharma. Dan diantara semua pintu Dharma, yang langsung, tak lain adalah metode pelafalan Amituofo, bertekad lahir ke Alam Sukhavati. Dan dari semua metode perenungan dalam pintu Dharma Sukhavati, maka yang paling   mudah dan praktis, yang aman, tak lain adalah membangkitkan keyakinan dan tekad, menfokuskan pikiran melafal Amituofo”. 

Upasika senior Lin Kan-zhi, merupakan sahabat Dharma di Asosiasi Lotus Taichung, keyakinan dan tekadnya sangat teguh, melafal Amituofo dengan setulusnya, pada tahun 1992 bulan 4 hari ke-15, dengan terlebih dulu mengetahui waktunya terlahir ke Alam Sukhavati, pikirannya benar dan kesadarannya jernih, meninggal dunia dengan damai, usia 86 tahun, semoga kisah beliau dapat membawa manfaat, bersama-sama melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati, sambil mendoakan semoga Upasika Lin segera kembali untuk menyelamatkan para makhluk, menyempurnakan tekad KeBodhian.

Upasika Lin Kan-zhi dilahirkan pada tahun 1907 bulan 3 hari ke-7, lahir di Kota Lukang, Changhua, Taiwan, ayahnya bernama Lin Dong-gong, ibundanya marga Cai, merupakan keluarga berlatar belakang terkemuka, sayangnya sejak kecil Upasika Lin telah yatim piatu, kehilangan tempat yang bisa diandalkan, merasakan penderitaan akibat ketidakkekalan, Upasika Lin karena suka belajar maka itu dapat menguasai Klasik Karya Konfucius, sehingga memperkokoh dasar Bahasa Mandarinnya, dan sangat membantu ketika beliau mempelajari Ajaran Buddha.

Upasika Lin memiliki akar kebajikan yang mendalam dan tebal, pada usia 35 tahun beliau mendengar ceramah dari Master Bin Zong, menyadari penderitaan enam alam tumimbal lahir, kemudian membangkitkan niat untuk bervegetarian dan belajar Ajaran Buddha, bahkan mengambil Visudhi Trisarana dengan nama Buddhis Fa Yuan.

Pada tahun 1949, Upasaka Menglai Dongliang menyarankan padanya agar belajar pada Guru Li (Upasaka Li Bing-nan), pada musim dingin tahun 1960, atas arahan Guru Li, beliau mengambil Sila Bodhisattva, menjadi Upasika yang menjalankan Bodhisattva Sila dengan nilai sempurna. Selanjutnya mengikuti Guru Li menyebarkan Buddha Dharma, di setiap pelosok negeri menyebarluaskan pintu Dharma Sukhavati, mendukung gurunya membangun Asosiasi Lotus Taichung, beliau sungguh berbakat, bahkan diangkat menjadi ketua perkumpulan dari sepuluh kelas pelafalan Amituofo di Asosiasi Lotus.

Hal yang paling membahagiakan bagi Upasika Lin tak lain adalah berkesempatan bertemu dengan Guru Li yang mengajarinya pintu Dharma Tanah Suci, menyesali dirinya sendiri sebagai orang awam yang penuh dengan rintangan karma, namun dengan mengandalkan kekuatan tekad Buddha Amitabha, pasti dapat keluar dari roda samsara, maka itu dia amat berterimakasih pada budi gurunya yang telah mengembangkan jiwa kebijaksanaannya, memandang gurunya bagaikan ayah yang penuh maitri, dia selalu mengulangi ceramah gurunya yakni : “Praktisi pelafal Amituofo haruslah menerapkannya dalam kehidupan keseharian, andaikata tidak melafal Amituofo melatih diri, maka ini serupa dengan menghabiskan makanan namun sia-sia saja, daripada berteori lebih baik mengamalkan”, perkataan ini senantiasa menjadi motivasi bagi dirinya.

Dan ada lagi ceramah dari Guru Li : “Vihara adalah tempat bagi para makhluk untuk mencapai pencerahan”, Upasika Lin selalu mengingatkan dirinya, baginya hanya dengan menghentikan segala kejahatan dan menimbun kebajikan, tidak menginginkan ketenaran dan keuntungan, melafal Amituofo setulusnya, maka kelahiran ini juga pasti akan mencapai hasil, ke atas membalas empat budi besar, ke bawah menolong para makhluk di tiga alam samsara, tidak menyia-nyiakan diri sendiri telah belajar Ajaran Buddha.  


 (Petikan dari Majalah Bulanan Ming Lun Edisi 225 )


念佛感應見聞記
  
本書作者念佛生西

林看治老居士往生記
()

後學  西蓮竭誠敬記

金池菡萏四邊開  喜是林君次第栽
始信西方諸上善  真能乘願化身來

—雪廬老人贈林看治居士詩—

蕅益大師云:「原夫諸佛,憐念群迷,隨機施化,雖歸元無二,而方便多門。然於一切方便之中,求其至直捷、至圓頓者,則莫若念佛,求生淨土。又於一切念佛法門之中,求其至簡易、至穩當者,則莫若信願專持名號」。淨土法門,利益宏深,自大法東流,以博地凡夫,信願念佛,求生西方,因茲出五濁而登九品者,何可勝數。茲有林看治老居士,臺中蓮社之蓮友,信願堅固,老實念佛,於民國八十一年四月十五日(夏曆壬申年三月十三日),預知時至,正念分明,安詳往生,享壽八十有六,今特恭述其往生事蹟,以利有緣,見賢思齊,同念彌陀,同生安養,並祈林老居士,早日乘願再來,廣度眾生,滿菩提願。

林看治老居士,民前五年三月七日(夏曆光緒丁未年二月十八日),誕生於臺灣省彰化縣鹿港鎮,父林棟公,母蔡氏,係出名門,惜林老居士幼年即失怙,繼而失恃,備嘗世間無常之苦,林老居士自啟蒙於私塾,即因好學不倦,熟讀四書五經,而奠定良好漢學基礎,對日後學佛有甚深之裨益。

林老居士,宿根深厚,三十五歲聞臺省高僧斌宗法師,宣講佛法,體會六道輪迴之苦,即發心茹素學佛,並曾皈依無上法師,法名法圓。民國三十八年,蒙賴棟樑老居士推薦,受業於雪廬李炳南恩師,蒙恩師賜字慧治,民國四十一年冬,奉恩師之命,參加臺南大仙寺臺省光復後首次傳戒,於開參老和尚座下求受在家菩薩戒,為滿分菩薩戒優婆夷。自此隨師廣結佛緣,赴全省各地宣揚淨土法門,協助恩師建立臺中市佛教蓮社等弘法利生道場,且因甚得眾望,被推舉為蓮社數十個念佛班聯誼會之會長,蓮友多知之甚稔。

林老居士生平最感慶幸者,乃得遇雪公恩師開導淨土法門,自嘆業障凡夫,匪仗彌陀大宏願力,決難今生出離輪迴,故對恩師長養慧命之深恩,銘感五內,視恩師如慈父,常提及恩師訓示:「淨業學人要在實踐,如不念佛修行,等同說食數寶,無濟於事,說一丈還不如行一寸」,恆以此自勉,以此勵他。並以恩師所示:「道場乃成就眾生道業之所」常自提醒,自覺唯有止惡修善,不貪名利,老實念佛,當生成就道業,方足以上報四恩,下濟三苦,亦不負自己學佛一場。


(明倫月刊二二五期特載)