Senin, 22 September 2014

Melafal Amituofo terlepas dari kejaran hantu 02



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Melafal Amituofo terlepas dari kejaran hantu
(Bagian 2)
  
Di sekitar tempat tinggal A Li, penduduknya meyakini Dewa Tai Zhi Ye, Pakcik A Li pergi mengundang dukun kerasukan dewa datang memberi petunjuk; dukun yang satu ini jika dibandingkan dengan yang pertama tadi, boleh dibilang yang satu ini sedikit lebih pintar; dia berkata : “Sakit kepala yang diderita A Li tidak bisa disembuhkan oleh dokter, dewa juga tidak sanggup mengobatinya, karena diganggu oleh hantu wanita, dewa juga tidak mampu mengusirnya, harus mengundang praktisi sejati datang untuk membaca sutra dan melafal Amituofo untuk membantu hantu wanita itu keluar dari penderitaan, ini barulah cara yang sempurna”.      

Ayah A Li bertanya pada dukun tersebut : “Harus ke mana untuk mencari praktisi sejati?”  Si dukun menjawab : “Dekat di mata, jauhnya ribuan li”.  Ayah Zhu A Li mendadak terpikir Bhiksuni Pu Du (adik A Zhen shijie) yang tinggal di gunung seberang, mereka kakak beradik merupakan praktisi sejati, meskipun A Li masih tersiksa oleh sakit kepalanya, namun kedua pakciknya memapahnya pergi menemui Bhiksuni Pu Du dan A Zhen, lalu menyampaikan apa yang diucapkan oleh dukun kerasukan, memohon agar menghapus petaka dan memperoleh keselamatan.

Bhiksuni Pu Du dan A Zhen segera membaca Amitabha Sutra lalu dilanjutkan melafal Sukhavati Vyuha Dharani 49 kali, Maha Karuna Dharani, Sutra Hati masing-masing 7 kali, melimpahkan jasa kebajikan ini kepada hantu wanita agar terlahir di alam yang lebih baik dan keluar dari penderitaan, bahkan memberikan A Li seuntai tasbih mengajarinya melafal “Namo Amituofo”, melafal sekali menghitung sebutir, lalu menjelaskan lagi : “Sepatah Amituofo adalah raja mantra, jika ingin mengusir hawa jahat, diri sendiri yang melafal barulah lebih unggul, maka diri sendiri bisa melenyapkan petaka menghindari bahaya, karena makhluk halus jahat tidak berani mendekat”.  

Setelah  mendengarnya, A Li merasa memang beralasan, sangat berterimakasih, pulangnya mengerahkan segenap kemampuan untuk melafal Amituofo, setelah melafalnya hingga beberapa jam kemudian, tanpa disadari kepalanya sudah jadi ringan seperti sedia kala. Sekarang malah ibunda A Li yang mengeluh sakit kepala, lalu meminta A Li untuk meminjamkan tasbihnya sebentar agar ibundanya juga dapat ikut melafal Amituofo! Akhirnya setelah melafalnya beberapa jam kemudian gantian A Li yang sakit kepalanya mulai kambuh, lalu meminta kembali tasbihnya dari sang bunda.

Kemudian ayah A Li meminta seuntai tasbih lagi dengan A Zhen,  A Zhen mengingatkan ayah A Li bahwa : “Melafal Amituofo tidak harus menghitung tasbih barulah dapat melafal Amituofo, meskipun tidak menghitung tasbih, kapan dan di mana saja juga boleh melafalnya, hanya saja saat berbaring atau berada di kamar kecil, tidak boleh melafal keluar suara, harus melafalnya di dalam hati. Juga bukan saat sakit barulah melafalnya, namun dalam keseharian baik pria maupun wanita, tua maupun muda juga harus melafalnya, makin melafal makin mengeliminasi petaka, menambah berkah dan memperpanjang usia”.

Akhirnya A Li sekeluarga selamat, merasa sangat berterimakasih pada Bhiksuni Pu Du dan A Zhen, yakin bahwa Buddha Dharma tanpa batas memiliki jasa kebajikan tak terbayangkan.

Kembali ke kisah hantu wanita tersebut, kabar tentang orang-orangan rumput itu yang sudah selama dua hari berdiri di bawah tiang listrik dan tidak bergerak, dengan cepat tersebar dari mulut ke mulut, akhirnya tidak ada yang berani melewati tempat tersebut lagi, ketua dusun lalu menemui A Zhen memohon : “Guru, jika ingin membantu orang haruslah sampai tuntas, orang-orangan rumput itu jika ditaruh terus di sana hanya akan mencelakai para penduduk, tidak ada orang yang berani memindahkannya, mohon guru dan shijie membangkitkan hati karuna, untuk membakarnya, daripada diletakkan  terus di sana mengundang petaka, tolong tolong”.

Bhiksuni Pu Du dan A Zhen shijie langsung menyetujuinya dan berkata : “Boleh, besok pagi kami akan melakukannya”. Keesokan paginya, Bhiksuni Pu Du dan A Zhen shijie, menyalakan tiga batang dupa, berkata pada orang-orangan rumput tersebut : “Hantu wanita, anda di sini sudah melakukan karma buruk yang tidak sedikit, kami sungguh mengasihanimu, maka itu sekarang kami akan membaca sutra, melafal Amituofo dan melimpahkan jasa kebajikan ini semoga anda dapat keluar dari Triloka, terlahir ke Alam Sukhavati, selamanya terbebas dari tumimbal lahir, ini barulah cara yang sempurna”.  

Setelah itu mereka mulai membaca Amitabha Sutra, lalu Sukhavati Vyuha Dharani, Maha Karuna Dharani, Sutra Hati dan sebagainya. Lalu sambil melafal Amituofo juga sambil melepaskan ikatan orang-orangan rumput, lalu dibakar, dalam sekejab sudah berubah jadi tumpukan abu; lalu mengadakan pelimpahan jasa : “Semoga jasa kebajikan dari pembacaan sutra dan pelafalan Amituofo ini dilimpahkan kepada arwah penasaran agar penderitaannya berakhir dan terlahir di Alam Sukhavati….dan sebagainya”. Lalu tumpukan abu itu ditebarkan ke anak sungai dan membiarkannya mengalir pergi. Sejak itu Dusun Tonglin baik pria wanita tua dan muda juga sudah mengetahui manfaat melafal “Namo Amituofo”, banyak orang yang membangkitkan ketulusan meyakini Ajaran Buddha.
  
Penulis : Upasika Lin Kan-zhi


念佛感應見聞記
  
追纏幽魂念佛解怨
(二)
  
阿立住的此山上的人,皆是信奉太子爺,阿立的父兄就去請太子爺來,哀求出乩指示;此太子爺比較起來,可以說聰明一點;他出乩說:「阿立的頭痛是醫藥不可能醫治,本神亦無辦法治好的,因為一女魂交纏,神是無法趕走,必須請真修實行的人來念經念佛超拔她出苦,才是究竟辦法。」阿立父親就又問太子爺說:「要到何處去請真修實行的人呢?」太子爺乩童就說:「近在眼前,遠在千里。」朱阿立的父親即時想到對面山的普度師父(阿真師姑的妹妹,已圓頂受戒)與阿真姑兩位是修行人,阿立依然頭痛難當,他的父兄兩人就扶他去見普度師父與阿真姑,就將太子爺出乩說的話言明,要拜託消災拔度之事。

普度師與阿真姑即時,讀誦佛說阿彌陀佛經一卷,往生咒四十九遍,大悲咒,般若心經各七遍,回向布施女魂去超生出苦,並且送阿立一串念佛珠教他念「南無阿彌陀佛」念一句算一粒的方法,又再說明:「一句阿彌陀佛就是大咒王,要避邪自己念才能究竟,自己就可消災免難,因為邪魔鬼怪,就不敢近身的緣故。」阿立聽了很有道理,萬分感謝,回家就拼命「阿彌陀佛」聖號一直念,念幾點鐘,不知不覺頭也已輕鬆如常。反而阿立的母親高呼頭痛,就叫阿立你念珠拿來借媽念!也就一粒一句阿彌陀佛....,念了幾小時好了,可是阿立的頭又痛起來了,又再把母親手中念珠討回來念。阿立的父親就再跑去向阿真姑說明要再一串念佛珠,阿真姑再向他交代說:「念佛不是手拿念珠才可以念,不拿念珠在任何地方何時何處都可以念,只是在於睡眠時或在廁所時不可念出聲音,須要默念。亦不限於痛苦時候才念,平常時無論男女老幼都好念,越念越消災,添福增壽。」後來阿立一家平安,對普度師阿真姑感恩戴德,深信佛法無邊有不可思議功德。

我們再把話說回來,那穿衣草人二天來站在電桿不動,一傳十,十傳百,百傳千,山上的人沒有一個敢在那裏過,村中的主事人就去向阿真姑拜託說:「師姑們,救人就要救徹底,穿衣草人常縛在那裏是凶多吉少的,鄉中沒有一個人敢去動它,求師父們大發悲心,把它解下來燒掉,以免放在那裏惹出很多災殃,拜託拜託。」普度師與阿真姑就答應說:「可以的,明天早晨進行就好了。」越晨清早,普度師與阿真姑點燃了三支香,向穿衣草人說:「女子孤魂妳在此造罪孽害人不淺,我們很可憐妳,所以現在要念經、念咒,念阿彌陀佛聖號,布施給妳,超拔妳超出三界,往生西方極樂世界,永遠脫離生死輪迴大痛苦,此才是究竟辦法。」說罷即時念彌陀經一卷,往生咒大悲咒,般若心經等。再念「阿彌陀佛」聖號時,順就把草人解下來,全身撤開放火燒毀,一剎那間變成一堆灰;最後又就回向說:「願此經咒勝功德,回向弧魂去超昇等語。」再把那堆灰掃入大溪河裏被水流去。從此桐林村民男女老幼——知道念「南無阿彌陀佛」的好處,很多人發心皈依佛教。
  
林看治老居士著



Melafal Amituofo terlepas dari kejaran hantu 01



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Melafal Amituofo terlepas dari kejaran hantu
(Bagian 1)
  
Sepatah Namo Amituofo adalah pil Agada, dapat menyembuhkan segala macam penyakit, Amituofo juga adalah raja mantra, mengurai jalinan permusuhan, mengubah bahaya menjadi keselamatan. Berikut ini adalah kisah melafal Amituofo terlepas dari kejaran hantu.

Lima tahun yang lalu di daerah yang ramai di Taipei, ada sekelompok gerombolan pembalap motor liar dimana salah satunya adalah seorang anak muda yang sedang membonceng teman wanitanya, melakukan manuver di jalanan, melaju bagaikan angin, melupakan teman wanita yang duduk di belakang yang sudah terjatuh dan mati di tempat, saat itu banyak pria dan wanita mengerumuni untuk menyaksikannya, ketika semua orang merasa prihatin atas kemalangan yang menimpa gadis ini, tiba-tiba ada yang menerobos ke dalam kerumunan sambil berteriak : “A San! A San!”   

Di dalam kerumunan itu ada orang yang bernama A San menjawab : “Saya di sini! Saya di sini!”. Ternyata A San ini adalah tukang pangkas di sebuah kedai pangkas, oleh karena pelanggan datang hendak memangkas rambut, maka itu bosnya mengutus orang pergi memanggil A San pulang untuk memangkas rambut pelanggan.

Pepatah mengatakan : “Keberuntungan dan kemalangan ibarat cuaca senantiasa berubah-ubah”. Pemuda yang sopan itu bernama A San, sejak malam itu, setelah lewat tengah malam, antara keadaan mimpi dan bukan mimpi, dia melihat ada seorang gadis cantik yang mengajaknya keluar main-main, lalu dia membuka pintu belakang mengikuti gadis tersebut.

Hingga keesokan paginya, A San duduk sendirian di bawah pilar tiang telepon, dan tertidur, ketika dibangunkan orang barulah dia bangkit dan pulang rumah, demikianlah kejadian ini berlangsung hingga seminggu lamanya, pagi hari bekerja, tengah malam gadis itu datang membawanya keluar bermain, pagi harinya duduk dan tertidur di luar. A San merasa ada yang tidak beres pada dirinya, maka itu dia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pulang kampung.

Kampung A San adalah di Dusun Tonglin di atas gunung di Wufeng, Taichung, di rumahnya ada seorang ibunda yang buta dan beberapa saudaranya, hari kedua A San membantu abang keduanya bekerja, mengemudi truk untuk mengangkut barang-barang orang lain, hingga senja harinya baru pulang rumah, ibundanya memanggil A San datang menghadap lalu menasehatinya : “Setiap kali ketika kamu hendak keluar, bukankah saya selalu berpesan agar kamu jangan sembarangan menjalin hubungan dengan wanita, tetapi kamu malah tidak mendengarnya, kamu baru saja pulang kemarin, hari ini sudah ada seorang gadis yang datang mencarimu, terdengar suara berjalan memakai sepatu bertumit tinggi, dan memanggil terus A San! A San! Saya bertanya siapa yang mencari A San, dia tidak menjawab”.   

A San menjawab ibundanya : “Bunda, selama ini saya di luar selalu mematuhi tata krama, belum pernah menjalin hubungan dengan satu gadis pun”. Saat itu A San bersama saudara-saudaranya yang lain juga mencari keluar rumah, tetapi tidak tampak bayangan adanya seorang gadis; tetapi saat tengah malam gadis itu datang lagi mengajak A San keluar jalan-jalan, keesokan paginya A San tertidur di bawah pohon, lalu dibangunkan orang. Ketika masih berada di Taipei, selama seminggu A San juga mengalami hal serupa, setiap malam juga sedemikian, tetapi diri sendiri juga merasa heran, sekarang setelah pulang kampung juga mengalami hal serupa pula, tidak tahu harus menggunakan cara apa untuk menyelesaikannya.

Saat itu di Dusun Tonglin yang terletak di atas gunung, penduduknya mempercayai Dewa Wang Ye Gong, ibunda A San pergi mengundang dukun kerasukan dewa datang ke rumahnya untuk melihat apa yang tidak beres pada diri A San? Ternyata si dukun kerasukan juga memiliki sedikit kemampuan gaib, dia berkata : “10 hari yang lalu A San berada di suatu tempat di Taipei, melihat ada seorang gadis menemui ajal di pinggir jalan, teman pria yang membonceng gadis ini juga bernama A San, saat itu ada orang yang berteriak memanggil A San, lalu si A San yang baik ini menyahut : “Saya di sini! Saya di sini!”  Saat itu arwah si gadis yang baru meninggal ini lagi kebingungan, mendengar nama A San, dia langsung mengikuti orangnya”. 

Si dukun kerasukan lalu berkata lagi : “Sebaiknya antar si hantu wanita kembali ke Taipei saja”. Ibunda A San bertanya lagi : “Harus menggunakan cara apa untuk mengantarnya kembali?” Dukun kerasukan menjawab : “Harus menggunakan orang-orangan rumput”.  Kemudian mereka menggunakan rumput untuk membuat orang-orangan, tingginya sekitar empat kaki, memakai baju merah dan rok hitam, kakinya memakai sepatu, kepalanya ditutup dengan sehelai handuk hitam, lalu dilukis ada alis mata, mata, mulut, hidung, lewat tengah malam, dukun kerasukan membawa orang-orangan rumput ini ke stasiun kereta api, diikat ke tiang listrik, lalu membakar banyak uang kertas, meminta si hantu wanita agar menumpang kereta api trip pertama untuk pulang ke Taipei mencari kekasihnya yang juga bernama A San.

Orang-orangan rumput yang dibuat dalam bentuk wanita diikat di bawah tiang listik, orang yang lalu lalang dari kejauhan juga dapat melihatnya, di bawah tiang listrik, berdiri seorang gadis jelita yang tidak bergerak, setelah melihatnya dari dekat barulah menyadari ternyata itu adalah orang-orangan rumput, sehingga hal yang heboh ini sempat membuat banyak penduduk di pagi buta tersebut jadi panik dan ketakutan, bahkan ada yang sampai jatuh sakit, diantaranya adalah seorang siswa kelas tiga sekolah menengah atas, yang bernama Zhu A Li, setiap subuh sebelum fajar menyingsing dia harus mengayuh sepeda menuruni gunung, dari Dusun Tonglin menuju sekolah di Taichung, bersiap-siap menempuh ujian seleksi masuk perguruan tinggi, merupakan pelajar berbakat yang baru berusia 19 tahun.

Zhu A Li hari itu sedang tergesa-gesa menempuh perjalanan di waktu subuh, dari kejauhan tampak seorang gadis di bawah tiang listrik, dalam hatinya merasa heran, masih begitu pagi apa yang hendak dilakukannya di sana? Saat dirinya masih dipenuhi tanda tanya, sepedanya sudah melaju melewati tempat tersebut, begitu dia melihat dengan seksama ternyata itu adalah orang-orangan rumput, kontan saja bulu kuduknya merinding, kepalanya pusing dan akhirnya jatuh sakit, tidak berdaya masuk sekolah, lalu dia membatalkan ikut ujian dan pulang kembali ke rumah, kemudian terbaring dan tidak mampu bangkit dari tempat tidur, kepalanya sakit terasa hampir pecah, berteriak-teriak mengungkapkan siksaan yang sedang menderanya, dalam sehari sudah beberapa tabib dan dokter yang datang memeriksanya, namun tidak berhasil mencari tahu jenis penyakitnya.


Penulis : Upasika Lin Kan-zhi



念佛感應見聞記
  
追纏幽魂念佛解怨
()

一句南無阿彌陀佛是阿伽陀藥,萬病總治,阿彌陀佛又是大咒王,至快稱念,解冤結,逢凶化吉。下文就是念阿彌陀佛解脫幽魂追纏的故事。

五年前臺北市的繁華熱鬧地區,有一青年飛車載美,如風馳電掣,橫衝直撞,把後面載的女子摔下死掉也不知道,當時很多好奇心的男女圍觀過來,大家都正在為這女子可憐的時候,忽然來了一個人大呼「阿三!阿三!」在觀眾中有位阿三亦大聲應答:「我來了!我來了?」。原來這位阿三是某某理髮店的理髮師,因為顧客要理髮,所以老板叫學徒去呼阿三回來為人理髮。

俗語一句話說:「天有不測風雲,人有旦夕禍福。」這位規規矩矩的好青年—阿三,從那天晚上起,半夜後,在似夢非夢的境界,就看見一位漂亮女子來邀他出遊,開了後門就隨她去了。到了天明之時,阿三獨自一個人坐在電桿柱下打瞌睡,被人家發現才叫他清醒回去,如此連續一星期,白天作事,午夜那女子就來帶他去玩,清晨都是坐在外邊地上打瞌睡。阿三自己感覺不對,即時辭職返回故鄉。

阿三的故鄉是住在臺中霧峰北溝坑桐林村的山上,家有一位盲目老母及幾位兄弟,阿三第二天就幫他大哥的忙,用貨車出門為人搬運貨物,到黃昏時候回家,母親就叫阿三到面前說:「你每次要出外時,我都叮嚀交待,囑你在外頭不要亂交女子,你卻偏偏不聽,你昨天才回來,今天就有女子來找你,走路穿高跟鞋的聲音,還有口不斷的叫阿三!阿三!我問是誰要找阿三,亦不答應。」阿三就答他的母親說:「母親我一向在外頭是規規矩矩的,未曾交上一個女子。」即時同他兄弟們在家中房屋內外尋找,找不到女子蹤影;可是那晚半夜那女子又來與阿三開了後門出遊,早晨阿三又坐在樹下打瞌睡,於是乎又被人喚醒。阿三在臺北一星期中,每夜皆是如此的發生,但自己是莫名其妙,現在回到家亦是如此,不知道有什麼辦法才能解決。

當時北桐林村山上的人,大家都信奉一尊王爺公,阿三母親就去請乩童及王爺公來家中問問阿三所患的是什麼毛病?原來神是有小神通的,神託乩童說:「阿三是在十天前在臺北某某地方,看見一個女子摔死路旁,機車載此女子的男朋友名阿三,當時有人大呼阿三,我們這位阿三亦大聲呼應:『來了!來了!』當時被摔死的女魂正在茫茫渺渺無依無靠的時候,聽到阿三的名字,即時追纏不捨。」乩童繼續說:「最好辦法是把她幽魂送回臺北。」阿三母親就又問:「要用什麼方法送呢?」乩童又說:「要用草人。」即時用稻草作一人形,大約四尺高,穿紅衣黑裙,足亦穿鞋,頭上縛一條黑紗巾,畫眉、目、口、鼻,在半夜後,王爺公與乩童就把此草人送到車站邊,縛在電柱下,乩童就在那裏燒了很多金銀紙錢,叫幽魂要坐第一班車到臺北去尋你的愛人—阿三。

電柱下縛的女子形的草人,來來往往的人在遠遠就可看見,電柱下,站一漂亮的女子在那裏不動,走近一看就明白是一個稻草做的人形,那天早晨被嚇得魂不附體,可以說,大驚大病,小驚小病,其中被嚇昏倒下去的就是一位高三學生,姓朱名阿立,每天早晨天未曉就要騎腳踏車下山,由桐林村道路,經過北溝坑,再由霧峰轉到臺中市立一中上學,準備考大學,是位才學兼優的十九歲青年。朱阿立那天在茫茫的白霧清晨,遠遠看一女青年,心想很奇怪,這樣早站在那裏做什麼?正在莫明奇妙的時候,車已經到那裏經過,一看明白就是草人穿衣,即時毛孔皆豎,頭如斗大,身體支持不住,無可能上學,再轉回家,即時一病不起,頭痛欲裂,大哀大叫萬分痛苦,一天之中,請了幾位中西醫師,皆診斷不出病源。
  

林看治老居士著



Sabtu, 20 September 2014

Kisah bunda menggugah menantunya



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo

Kisah bunda menggugah menantunya

Di tempat ceramah Wufeng ada seorang sahabat Dharma yang bernama Ceng Lin He, semua orang menyapanya sebagai A He shijie, keluarga ibundanya tinggal di Taichung, Kota Dali, ibundanya bernama Lai Wu. Karena sering dinasehati putra putrinya sehingga meyakini Ajaran Buddha, setiap hari melafal Amituofo bertekad lahir ke Alam Sukhavati.

A He shijie memiliki seorang adik laki-laki bernama Lin Wan-cheng, suka berburu, sejak meyakini Ajaran Buddha, ibundanya selalu menasehati putranya : “Wan-cheng! Tak peduli itu adalah hewan besar atau kecil, juga memiliki perasaan takut mati, mereka tidak memiliki permusuhan denganmu, mengapa bisa begitu tega kamu mengganggu dan mencelakai mereka? Sebagai ibundamu selalu mengkhawatirkan karma buruk yang diperbuat ananda”.  Tetapi tabiat Wan-cheng sulit diubah, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, tidak sudi mendengar nasehat orang tua.

Ada hidup pasti ada mati, sang bunda, Lai Wu telah tiba saat menjelang ajal, A He shijie mengundang enam orang sahabat Dharma dari tempat ceramah, saling bergiliran dan bergantian membantu melafal Amituofo, dalam usia 79 tahun, Lai Wu dengan wajah tersenyum terlahir ke Alam Sukhavati. Lunar bulan 5 hari ke-17, pukul 3 sore, kemudian para sahabat Dharma melafal Amituofo lagi hingga 8 jam kemudian, sekujur tubuh mereka berkeringat, lalu mereka berteduh di bawah pohon besar di luar pintu.

A He shijie menyalakan dupa sambil berdoa : “Mama, anda boleh dengan tenang terlahir ke Alam Sukhavati, tetapi dalam waktu ini mohon tampilkan mukjizat sesaat, sehingga Wan-cheng dan A Yu (istri Wan-cheng) dapat kembali ke jalan yang benar dan mau melatih diri”.

Tiba-tiba terdengar suara : “Peng! Peng! Peng!”, seperti bunyi gemuruh petir sebanyak tiga kali, semua orang jadi terkejut. Ternyata di kamar Wan-cheng, senapan berburu yang disimpannya di lemari pakaian mendadak meletus sendiri, hingga kelambu nyamuk tempat tidur juga ikut terjilat api, semua orang sibuk mengambil air memadamkan api, bulan lima tahun itu merupakan musim panas dan kering, beberapa ember air sudah habis disiram namun api masih belum padam, pada saat darurat ini untunglah ada orang yang lewat mengangkut segerobak air sampai di depan pintu, melenyapkan malapetaka, ketika diperiksa ternyata pakaian di lemari sudah jadi abu, dari tumpukan abu tampak sebuah kantong plastik, begitu dibuka ternyata di dalamnya adalah surat kepemilikan rumah dan uang tunai dua puluh ribu Yuan, merupakan uang yang dipersiapkan untuk mengurus upacara duka ibundanya, kondisinya masih utuh, sedikitpun tidak mengalami dampak akibat kebakaran tadi.

Saat itu A Yu, istri Wan-cheng duduk di kursi di halaman depan rumah, tanpa disadari kedua matanya menerawang ke angkasa, lalu tak sadarkan diri, semua orang mengira dia karena mengalami kepanikan tadi maka jadi pingsan, semua sahabat Dharma jadi melafal nama Bodhisattva Avalokitesvara, juga mengutus orang untuk mengundang dokter ke rumah, begitu dokter sampai, A Yu sudah siuman.

Dia bercerita pada semua orang : “Apa yang kalian bicarakan tadi, setiap patahnya dapat saya dengar dengan jelas, saat hendak berbaring tadi, ada orang yang menarikku tidak memperbolehkan diriku berbaring, kedua mataku menatap ke angkasa, tampak seberkas cahaya keemasan melayang turun, yakni Buddha Amitabha datang menjemput mertua perempuanku, mertuaku mengenakan jubah hitam, tangannya menggenggam tasbih, wajahnya tersenyum; mengikuti Buddha Amitabha terbang melayang menuju ke penjuru barat”.

A He shijie bertanya padanya : “Bagaimana rupa Buddha Amitabha?” A Yu menjawab : “Serupa dengan rupang Buddha Amitabha yang kita puja, tetapi yang berada di angkasa lebih berwibawa”.

Sahabat sekalian : “Buddha Dharma tanpa batas, sungguh menakjubkan tak terbayangkan.  Bagaimana mungkin senapan bisa meletus sendiri? Mengapa uang tunai dan sertifikat rumah yang berbentuk kertas tidak ikut terbakar? Dan mengapa pula pemandangan penjemputan Buddha Amitabha bisa terlihat jelas, sehingga menantu perempuan yang tidak memiliki akar kebajikan, dapat menyaksikannya? Andaikata hanya ada peristiwa senapan meletus tanpa disertai penjemputan oleh Buddha Amitabha, maka takkan dapat menyelamatkan A Yu sehingga membangkitkan ketulusan melafal Amituofo; sebaliknya jika hanya ada kejadian A Yu menyaksikan mertua perempuannya dijemput Buddha Amitabha tanpa adanya peristiwa senapan meletus sendiri, maka tidak bisa menghapus tabiat Wan-cheng yang suka berburu, sehingga kembali ke jalan yang benar, sungguh mukjizat yang menakjubkan.

Di dalam lautan penderitaan para makhluk mengalami kelahiran dan kematian, merupakan hal yang paling memprihatinkan. Semoga semuanya membangkitkan ketulusan melafal Amituofo, menasehati orang lain agar melafal Amituofo, membangkitkan Bodhicitta, menyelamatkan manusia dan dunia ini!  Menempatkan diri sendiri sebagai kapal penyelamat, mengangkut para makhluk, bersama-sama memasuki persamuan kolam teratai.

Silahkan melafal : Namo Amituofo!

Penulis : Upasika Lin Kan-zhi


念佛感應見聞記
  
助母生西微妙靈應

臺中佛教蓮社霧峰佈教所裡有一位蓮友名叫「曾林合」,大家都稱呼她叫阿合師姊,她的外家住在臺中縣大里鄉塗城村五七號,母親名字是「賴勿」。因受兒女不斷的勸導,深信佛教,是每天念佛求生西方的老修行了。

阿合姊有一位弟弟名叫「林萬成」,好打獵,母親自信佛教以後常常勸導兒子說:『萬成呀!無論大小動物,都會貪生怕死的,牠與汝無怨無仇,你惱害牠打死牠,於心何忍?為娘所牽掛的就是兒如此殺生害命造惡業,』可是萬成習氣難改,馬耳東風,根本就不聽老人家的這一大套。

人生有生必有死,賴勿老信女往生時候到了,阿合師姊在霧峰佈教所請了六名蓮友,分班負責助念,賴勿信女享壽七十九歲含笑西歸了。農曆五月十七日下午三點鐘,助念人員在老修行往生後再念八小時完畢,他們汗流浹背,正在大門口的樹下納涼,阿合姊就燃著香默禱說:「媽媽:妳可以安心去西方了,可是在此時要顯一下奇蹟,使萬成與阿玉(她的媳婦)改過來修行。」正在此時忽然:「碰!碰!碰!」,如雷貫耳的大聲音響了三聲,大家都嚇了一大跳。原來就是她弟弟萬成房間,放在衣櫥的獵槍走火了,衣廚內火舌伸出,延燒到床上蚊帳,大家都趕快提水救火,那年五月是旱天,幾個缸水都用完,正在千鈞一髮的時候,有一個人載一牛車水到門口,化險息災,驗查一看,是獵槍發火,衣物燒變為灰,從灰中找出一個紙包,打開一看,房地產所有權狀及現款貳萬元,是為她的母親後事而準備的,原封不動,一點燒損都沒有。

林萬成的太太名阿玉,這時正坐在廊下的籐椅上,忽然間兩眼直望虛空,不省人事,大家以為是受驚嚇而昏迷,蓮友們大聲哀念大慈大悲救苦救難觀世音菩薩,也派人去請坤海醫師來打針,醫師請來時阿玉已經清醒了。她自己向大家說:「汝們剛才說的話,我每一句都聽得清清楚楚,要躺下去,似有人拉著我不許躺下,眼睛看見虛空中,一片金色光明降臨,就是阿彌陀佛來接引婆婆,婆婆穿大黑袍,手拿著念珠,滿面笑容;隨阿彌陀佛乘金色光明雲向西邊飛去。」阿合師姊就問她:「阿彌陀佛是什麼樣子?」阿玉回答!「與我們供養的那大尊阿彌陀佛畫像一樣,但是在虛空中的更加莊嚴。」

各位朋友:佛法無邊,真是不可思議。云何槍自己發火?為何鈔票與房地產所有權狀是紙的,為何火不能燒?又阿彌陀佛接引亡者的實境,使無善根的媳婦,親眼看見十分鐘之久?假若只有燒槍,不見隬陀金身,就不能度阿玉現在發心信佛;單獨阿玉親見婆婆往生,若不燒掉獵槍,就不能除掉林萬成打獵的惡習氣,改惡向善,真是奇妙至極的靈感。

眾生在生死苦海中,頭出頭沒,最為堪憐。希望大家真實念佛,勸人念佛,發菩提心,救人救世!把自身當作今世的救生船,普載眾生,同赴蓮池海會。

請念:南無阿彌陀佛!

林看治老居士著